Dilirik kotak makan Ajeng, 2 butir kentang rebus, kacang-kacangan berwarna merah tua, potongan selada dan jamur, di sebelahnya tampak sebotol air mineral yang masih utuh.
"Masih diet? udah kurus gitu juga"
"Bukaaaan Rio, aku cuma pengen hidup sehat aja tau"
"Itu merah-merah apa? kacang ya, iya sih ayam emang keliatan sehat banget soalnya suka makan kacang-kacangan kayak kamu hehehe.. "
"Enak aja", bibirnya cemberut,tangan mungil Ajeng dengan lembut mencubit lengan Rio
Itu hal yang tak pernah bosan dialaminya, makan siang di beranda kampus. Dulu boro-boro bawa makanan dari kos, makan di beranda kampus aja males, kabarnya itu tempat anak-anak cupu ngumpul, dan daerah rawan dicie-ciein, tapi kini dengan keberadaan Ajeng, tempat itu bagai rumah sendiri buat Rio.
"Eh, ntar sore jadi nemenin aku ke pameran buku kan?"
"Iya jadi lah, jam 5 kan?"
"Yup!"
"Eh Jeng, lama ga sih ntar disananya? kalo dilanjut nonton seru nih, ada banyak film baru... Madagascar 3, Prometheus, Abraham Lincoln, terus.. "
"Bentar, Abe Lincoln? itu bukannya nama Presiden Amrik ke-16 yah? serius itu jadi judul film"
"Oh, mmm... pas baca sinopsis kemaren sih keliatannya bagus, dia jadi pemburu vampir gitu"
Rio terkejut lalau merasa kagum, dia bahkan tidak tahu bahwa Abraham Lincoln adalah mantan Presiden Amerika, beberapa hari yang lalu dia masih berpikir bahwa tulisan judul filmnya adalah "Abram Linkong" TOEFL nya yang hanya 65 membuat itu harus dimaklumi. Ajeng, perempuan rupawan yang dekat dengannya nyaris sebulan terakhir, anak Manajemen berprestasi akademis A dan tahu bahwa itu cerita tentang Presiden Negeri Paman Sam ke-16.
Teringat beberapa hari yang lalu Ajeng membantunya menyelesaikan tugas Ekonomi Mikro, agak lucu bagaimana senior dibantu oleh adik tingkat untuk menyelesaikan tugas. Ajeng begitu baik padanya, dikos Rio masih ada beberapa bungkus makanan yang dibawakan oleh Ajeng, di ponselnya tersimpan canda dan tawa dalam pesan-pesan singkat dari "Tembem", begitulah Rio menamai kontak Ajeng di ponselnya, biar kedengeran imut mungkin, benih ketertarikan yang disiramnya dengan guyuran rasa kagum terus berkembang menjadi tunas-tunas kecil cinta dalam hati, perasaan ingin memilikinya bak gayung bersambut sore itu.
"Udah tayang sekitar 5 hari, jadi kalo kita mau nonton ga begitu antri kayaknya"
"Ide bagus, tapi jangan terlalu malem ya, ga enak sama mbak kos aku nih, tau kan mereka suka rese gitu"
Ajeng pamit untuk kembali masuk kelas, Rio tetap duduk disana tanpa perasaan peduli akan dianggap anak cupu, dia sering suka namun sepertinya baru kali ini jatuh cinta, perasaan bahagia menyeruak dalam hatinya, senyum dan lambaian tangan memisahkan dua orang muda mudi itu. Masih terus diamati Ajeng, sampai bayangannya menghilang di ujung koridor
"Sampai nanti sore.. cantik.."
Ucapnya lirih, dalam hati.
Posted by Unknown
Diberdayakan oleh Blogger.
